Say No to Plagiarism

Awal tahun 2014, Indonesia dikagetkan dengan kasus plagiarisme. Seorang Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM, Anggito Abimanyu terlibat kasus plagiarisme. Plagiarisme yang dilakukan oleh Anggito  Abimanyu terdapat pada artikel koran nasional yang berjudul “Gagasan Asuransi Bencana”  menyalin karya tulis Dosen UI yang berjudul “Menggagas Asuransi Bencana” pada 21 Juli 2016. Dengan mencuatnya kasus ini, Anggito Abimanyu mengundurkan diri sebagai Dosen FEB UGM. (Kumparan News, 30/1/2018)

Merujuk pada kasus di atas, plagiarisme merupakan hal yang sangat penting untuk dibicarakan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, plagiat adalah “pengambilan karangan (pendapat dan sebagainya) orang lain dan menjadikannya seolah-olah karangan (pendapat dan sebagainya) sendiri, misalnya menerbitkan karya tulis orang lain atas namanya sendiri;jiplakan.”

IAIN Bukittinggi sebagai salah satu perguruan tinggi islam juga bersikap serius terhadap tindakan plagiat. Saat ini IAIN Bukittinggi memiliki 5 Fakultas yaitu FTIK, FUAD, FEBI, Syariah dan Pascasarjana. Fakultas-fakultas ini memiliki jumlah mahasiswa yang beragam. Dalam proses pembelajaran, mahasiswa sering diberi tugas untuk membuat makalah ataupun artikel. Di akhir semester mahasiswa juga membuat tugas akhir/ skripsi.

Dalam proses pembuatan makalah, artikel, tugas akhir/skripsi mahasiswa sering melihat rujukan dari sumber yang telah ada. Seringkali mahasiswa mengutip sebagian teks atau kalimat tanpa menyebutkan sumbernya. Pengutipan seperti ini sudah temasuk dalam ranah plagiat. Menurut Putra (2011:13) jenis plagiat ada 3 yaitu:

  1. Plagiat langsung (direct plagiarism)
    Merupakan jenis plagiat yang berat. Seseorang meminjam kertas kerja orang lain lalu langsung mencantumkan namanya sendiri sebagai penulis tanpa menambah atau memasukkan gagasannnya sendiri.
  1. Plagiat karena kutipannya tidak jelas atau salah kutip (vague or incorrect citation)
    Seorang penulis harus menunjukkan dimana ia mulai mengutip sumber luar dan dimana berakhirnya. Seberapa banyak kutipannya harus jelas
  1. Plagiat mosaic (mosaic plagiarism)
    Jenis plagiat ini sering terjadi. Penulis tidak secara langsung menyebutkan sumbernya namun hanya mengubah sedikit kata dan menggantinya dengan kata-katanya sendiri.

            Perpustakaan IAIN Bukittinggi mengingatkan kepada seluruh civitas akademika IAIN Bukittinggi untuk menghindari segala jenis plagiat di atas. Penulis sah-sah saja mengambil kutipan dari sumber lain. Namun kutipan tersebut harus mencantumkan sumber aslinya.

       Sebagai salah satu penyedia informasi Perpustakaan IAIN Bukittinggi  juga menyediakan buku yang bisa digunakan oleh civitas akademika untuk menghindari plagiat. Buku tersebut berjudul Kiat Menghindari Plagiat yang ditulis oleh R. Masri Sareb. Berbagai cara menghindari plagiat dapat dibaca dalam buku ini.

 

Daftar Pustaka

https://kumparan.com/@kumparannews/4-akademisi-tanah-air-yang-terjerat-kasus-plagiarisme (diakses  Kamis, 6 Juli 2018)

https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/plagiat (diakses Kamis, 6 Juli 2018)

Putra, R.Masri Sareb. 2011. Kiat Menghindari Plagiat. Jakarta: Indeks

Berikut Video dari Steelman Library tentang cara menghindari plagiat:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *